Pages

Monday, June 8, 2009

Amplifikasi Media Massa Terhadap Superioritas Penampilan Fisik Sempurna


Wajah yang menarik dan penampilan fisik sempurna selalu menjadi daya tarik bagi manusia. Kecenderungan ini secara alamiah telah kita miliki sejak usia bayi. Media massa mengakomodasi kecenderungan ini dan mengamplifikasinya sebagai suatu ideologi budaya yang dominan. Artikel ini akan memperlihatkan bagaimana amplisikasi itu terjadi.

Artikel ini merupakan makalah akhir untuk kuliah Seminar Industri Media dan Budaya. Setelah dipresentasikan, ternyata terdapat beberapa bagian yang perlu penanganan lebih lanjut, misalnya: contoh film Nutty Proffesor untuk menggambarkan bagaimana media menggunakan ciri fisik untuk membedakan karakter superior dan inferior. Contoh ini perlu diberi penjelasan lebih lanjut jika tidak dihilangkan sama sekali. Lalu pada bagian akhir saya menyinggung bahwa media massa memperoleh keuntungan finansial dari amplifikasi budaya yang mengagungkan suoerioritas penampilan fisik. Bagian tersebut masih dapat dieksplorasi lebih mendalam. Hal lain yang masih dapat dikembangkan pembahasannya adalah representational unit yang disodorkan sebenarnya dapat lebih diperkaya, karena ini bukan hanya terlihat dari penggunaan visualisasi dalam media massa, namun juga dari pernyataan berbagai tokoh yang terlibat dalam industri media, fashion, kosmetik, dan juga audiens media.

Untuk para mahasiswa dan akademisi yang kebetulan merasa artikel ini bermanfaat untuk tulisan yang akan dibuatnya, please respect your self and do the proper citation procedure. Pake tata krama kutip mengutip yang pantas ya. Terima kasih

Article Summary: Beyond Agenda-Setting by Oscar Gandy

Original Article:Beyond Agenda-Setting Oscar Gandy AGENDA SETTING: READINGS ON MEDIA, PUBLIC OPINION, AND POLICY MAKING D.L Protess & M. McCombs

Posting lain yang berasal dari tugas perkuliahan di program Pacsa Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. Inti artikel Gandy ini mencoba mengungkap faktor-faktor diluar tubuh teori agenda-setting yang mempengaruhi implementasi teori tersebut. Faktor menonjol adalah pola hubungan yang terbentuk antara pekerja media dengan nara sumber. Review ini akan mengalami edit ulang demi meningkatkan kenyamanan membaca.

Untuk para mahasiswa dan akademisi yang kebetulan merasa artikel ini bermanfaat untuk tulisan yang akan dibuatnya, please respect your self and do the proper citation procedure. Pake tata krama kutip mengutip yang pantas ya. Terima kasih

Internet, Communication, and political participation - a Brief In Sight

Posting ini adalah posting pertama pada blog yang sudah lama dibuat dan dibiarkan kosong ... LOL

Tulisan ini berasal dari salah satu jawaban pertanyaan Ujian Tengah Semester pada mata kuliah Perspektif dan Teori Komunikasi Massa di Program Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. Mengapa diposting disini? Karena minat saya memang berkaitan dengan new media (salah satunya) dan hanya sekedar ingin mengawetkan apa yang saya tulis saja sih sebenarnya.

Posting ini tidak dikemas ulang dalam format ideal yang user friendly untuk publikasi berbasis web. Misal:

* Artikel tidak dikemas dengan sistem modular, yang memudahkan orang mencerna informasi dalam artikel-artikel pendek. Sebaliknya artikel dibiarkan panjang seperti untuk format cetak.
* Artikel tidak didampingi dengan ilustrasi visual atau audio yang memperkuat daya tarik dan isi pesan.
* Terkait poin pertama, artikel ini panjang sehingga pengunjung blog perlu scroll cukup jauh kebawah untuk membaca keseluruhan artikel. Idealnya, satu ide dapat dinikmati dalam satu halaman tanpa scroll di monitornya.
* dll banyak deh ... untuk Mahasiswa Kuliah Perkembangan Media Baru ... coba cari apa lagi yang ngga sesuai he3x

Mengapa saya tetap melakukan posting dalam format seperti ini, walau tahu cara membuatnya lebih user friendly? Ya ya ya... ini bukti bahwa tidak mudah untuk: "practicing your own preach". Tidak ada alasan bermutu kecuali dikalahkan rasa malas untuk mengemas ulang tulisan ini. Maafkan ya.

Untuk para mahasiswa dan akademisi yang kebetulan merasa artikel ini bermanfaat untuk tulisan yang akan dibuatnya, please respect your self and do the proper citation procedure. Pake tata krama kutip mengutip yang pantas ya. Terima kasih